Kursi Cuma 8.906, Pendaftarnya Sudah 72.000

Kamis, 28 Mei 2009 | 09:31 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.com — Ujian Masuk Bersama atau UMB yang merupakan salah satu jalur masuk ke Perguruan Tinggi Negeri hingga hari ini (28/5) sudah mencapai 72.627 pendaftar. Mereka akan memperebutkan 8.906 kursi yang tersedia di tujuh PTN di berbagai wilayah.

Ketujuh PTN tersebut antara lain Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Jambi, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Makassar. Ujian masuk tersebut diselenggarakan oleh Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara (P-SPMBN).

Sekretaris P-SPMBN Soesmalijah Soewondo mengatakan, mahasiswa yang masuk lewat jalur UMB akan membayar biaya kuliah mahasiswa reguler seperti halnya lewat jalur seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN).

Untuk mengikuti tes UMB tersebut, calon mahasiswa kelompok IPA/IPS membayar biaya formulir Rp 200.000, sedangkan kelompok IPC Rp 225.000.

Sumber : kompas

Waduh, PTN Masih Ragukan Kredibilitas UN

Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.com - Keinginan pemerintah supaya Ujian Nasional (UN) di tingkat pendidikan menengah bisa dipertimbangkan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru belum berjalan mulus. Pasalnya, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melihat pelaksanaan ujian nasional hingga saat ini masih butuh pembenahan yang serius, terutama dari segi kredibilitasnya.

"Pembenahan serius mesti dilakukan oleh pelaksana UN dan peserta tesnya. Sampai UN tahun ini, pelaksanaannya belum akuntabel. Harus ada komitmen dulu untuk bisa membenahi pelaksanaan UN supaya hasilnya tidak diragukan," kata Djoko Santoso, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN), usai jumpa pers soal peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut Djoko, yang juga menjabat Rektor ITB, pelaksanaan UN masih rawan penyimpangan, dan itu terbukti. Karena itu, persoalan mendasar ini harus dibenahi secara serius sebagai jaminan pelaksanaan UN yang dapat dipercaya. "Perguruan tinggi ini memang ikut dalam pengawasan, tetapi peran pelaksana UN dan peserta yang harus membuktikan bahwa UN itu akan berlangsung baik ke depannya," kata Djoko.(ELN)


Sumber :

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/04/29/19074823/waduh.ptn.masih.ragukan.kredibilitas.un

Jalur Masuk PTN Terlalu Banyak, Tidak Adil!

Kamis, 28 Mei 2009 | 11:47 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.COM — Penyelenggaraan ujian masuk bersama (UMB) hanya salah satu cara yang dipilih PTN untuk mendapatkan mahasiswa baru. Jalur masuk lainnya secara mandiri juga dilakukan oleh setiap PTN.

Universitas Indonesia, misalnya, tahun ini kembali membuka jalur masuk Seleksi Masuk (Simak) UI yang sudah selesai dilakukan. Biaya kuliah S-1 reguler sama seperti mahasiswa baru yang diterima lewat jalur UMB dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi ini lebih mengandalkan seleksi mandiri dengan variasi pembayaran uang kuliah dari nol rupiah untuk mahasiswa tidak mampu hingga ratusan juta rupiah bagi mahasiswa yang mampu secara ekonomi.

Ade Irawan dari Koalisi Pendidikan mengatakan, banyaknya jalur masuk PTN tersebut menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat, khususnya dari keluarga tidak mampu.

Pendidikan di PTN pun akhirnya terbuka luas buat mahasiswa dari keluarga mampu karena mereka punya kesempatan untuk berkali-kali ikut tes masuk, dari yang berbiaya mahal lewat jalur mandiri hingga jalur "ekonomi", seperti UMB dan SNMPTN.

Sumber :

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/28/11472756/jalur.masuk.ptn.terlalu.banyak.tidak.adil...

Wah, Soal Ujian SNMPTN Tahun Ini Berbeda!

Kamis, 28 Mei 2009 | 13:46 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.com — Materi soal untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 1-2 Juli nanti dibuat berbeda dari materi soal tahun lalu.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum SNMPTN 2009 Prof H Haris Supratno di Jakarta, Kamis (28/5). Haris mengatakan, materi soal yang bersifat prediktif tersebut nantinya akan menjadi acuan untuk bisa mengetahui potensi calon mahasiswa sesuai program studi pilihannya.

Haris menambahkan, materi soal SNMPTN kali ini tidak mengulang materi yang sudah diujikan pada Ujian Nasional (UN) SMA/Sederajat. Soal-soal dibuat di luar kurikulum SMA/Sederajat untuk bisa melihat kemampuan dan kelulusan siswa yang akan menimba ilmu di bangku kuliah sesuai program studi yang dipilih.

"Kita ingin membuat tes SNMPTN ini beda dengan UN," kata Haris.

Pada penyelenggaraan SNMPTN tahun 2009 lalu, tambah Haris, tes yang dihadapi oleh calon mahasiswa adalah tes potensi akademik atau semacam tes psikologi, tes bidang studi dasar (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika), serta tes bidang studi IPA (Fisika, Kimia, dan Biologi) atau IPS (Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, dan PPKN).

Biaya pembelian formulir pendaftaran SNMPTN untuk Kelompok IPA/IPS sebesar Rp 150.000, sedangkan Kelompok IPC Rp 175.000. Untuk tahun ini, daya tampung calon mahasiswa di 57 PTN diperkirakan mencapai 85.000-90.000 kursi.

Menurut Haris, hasil tes SNMPTN tahun ini diberi bobot yang berbeda. Untuk tes potensi akademik bobotnya 30 persen dan bidang studi 70 persen. Pembobotan itu dibedakan dengan program studi yang ada ujian praktiknya, seperti program studi olah raga dan seni.

Sementara itu, bobot untuk tes potensi akademik dan bidang studi ditetapkan 60 persen, sedangkan untuk bobot tes praktik ditetapkan sebesar 40 persen. "Dulu tes praktik cuma ditentukan lulus dan tidak lulus. Kebijakan seperti itu merugikan calon mahasiswa, karena itu mulai tahun ini ujian praktik diberi pembobotan," kata Haris.

Sumber : KOMPAS

Sumber :

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/28/13465175/Wah..Soal.Ujian.SNMPTN.Tahun.Ini.Berbeda