RAPBK 2009 Alokasikan Rp 12 M untuk KONI Aceh Utara

Olahraga 24-01-2009

*sugito tassan

MedanBisnis – Lhokseumawe
Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) agaknya bisa senyum sumringah, pasalnya RAPBK 2009 setelah dilakukan rasionalisasi mencantumkan sebesar Rp 12 miliar untuk induk organisasi olahraga itu, dan angka yang sangat luar biasa dibandingkan prestasi yang dicapai.

Anggota panitia anggaran DPRK Aceh Utara Hamdani AG kepada MedanBisnis, Jumat (23/1), mengatakan, seyogianya dana Rp 12 miliar tersebut dipangkas saja menjadi Rp 2 miliar. “Artinya masih ada sisa sebesar Rp 10 miliar bisa digunakan untuk kegiatan peningkatan fasilitas sekolah. Hal tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan alokasi untuk KONI yang hingga hari ini tidak ada prestasi yang membanggakan yang dilakukan,” ketusnya.
Banyak sekali investasi Pemkab Aceh Utara yang tidak jelas juntrungannya. “Kita memang butuh atlet berprestasi. Kenapa tidak dilengketkan saja melalui sekolah-sekolah pembinaannya. Justru lebih efektif. Bila perlu setiap sekolah dibangun fasilitas olah raga yang spesifik misalnya sekolah A dilengkapi satu bidang olah raga bulutangkis misalnya dan begitu seterusnya. Kalau itu dilakukan tidak mesti membutuhkan dana sampai Rp 12 miliar, karena sudah satu paket dengan program pendidikan dan olah raga di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Di sisi lain yang perlu diperkuat adalah sarana olah raga di setiap sekolah dilengkapi dari mulai SD sampai SMA. “Hal seperti itu lebih penting. Selama ini kadangkala kita sangat prihatin justru sekolah-sekolah di pedalaman tidak memiliki sarana apapun, dan yang sangat menyedihkan justru lokasi sekolah acapkali becek dan banjir apabila turun hujan, karena tidak dilakukan penimbunan saat pembangunan. Bagaimana mau ada sarana olahraga, tempatnya saja tidak mendukung. Hal-hal seperti ini yang saya maksudkan perlu diperhatikan secara menyeluruh,” katanya.

Sumber : http://www.medanbisnisonline.com/2009/01/24/rapbk-2009-alokasikan-rp-12-m-untuk-koni-aceh-utara/

*RAPBK : Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten



PEMKOT BANGUN SARANA OLAHRAGA DAN SEKOLAH TERPADU

Posted by Sigit on January 31, 2009

PEMBAHASAN ANGGARAN ANTARA DISPORA SERTA DIKNAS KOTA PONTIANAK BERSAMA DPRD UNTUK MEMBANGUN GELANGGANG OLAHRAGA DAN SEKOLAH TERPADU DI KAWASAN PONTIANAK UTARA TELAH MEMASUKI TAHAP AWAL .

JUNAEDI BUSTAM ANGGOTA KOMISI B DPRD KOTA PONTIANAK MENGATAKAN/ DALAM PEMBAHASAN TERSEBUT TELAH DISEPAKATI UNTUK TAHAP PERTAMA ANGGARAN YANG AKAN DIKELUARKAN UNTUK GELANGGANG OLAHRAGA SEBESAR 1 KOMA 4 MILIAR RUPIAH / DAN DIPERKIRAKAN AKAN MENELAN APBD KOTA PONTIANAK SEKITAR 10 MILIAR RUPIAH.

SEDANGKAN UNTUK SEKOLAH TERPADU PADA TAHAP AWAL DISEPAKATI SEBESAR 2 MILIAR RUPIAH YANG JUMLAH TOTAL ANGGARAN SEKITAR 20 MILIAR RUPIAH.

ADAPUN LOKASI GELANGGANG OLAHRAGA DAN SEKOLAH TERPADU ITU MASIH DALAM PEMBAHASAN NAMUN SUDAH BISA DIPASTIKAN TIGA LOKASI YANG SUDAH MENJADI ASET PEMERINTAH KOTA PONTIANAK YAITU DI GANG FLORA KELURAHAN BATULAYANG, SUNGAI SELAMAT DALAM KELURAHAN SIANTAN HILIR DAN DISAMPING LAPANGAN GOLF JALAN 28 OKTOBER.

JUNAEDI BUSTAM YANG JUGA KETUA FRAKSI GOLKAR DPRD KOTA PONTIANAK MENGATAKAN PEMBANGUNAN INI DILAKUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MASYARAKAT PONTIANAK UTARA SELAIN ITU MEMPERMUDAH AKSES MASYARAKAT PONTIANAK UTARA UNTUK MELAKUKAN PENINGKATAN KUALITAS OLAHRAGA SERTA KUALITAS PENDIDIKAN YANG SELAMA INI HARUS MENYEBRANG KE PUSAT KOTA PONTIANAK.//REINARDO SINAGA_RRI

Sumber : http://www.rripontianak.com/2009/01/pemkot-bangun-sarana-olahraga-dan-sekolah-terpadu/



Laboratorium Sekolah Autisme UM Gelar Seminar Nasional "Berdayakan ABK dan Autisme"

Selasa, 18 Maret 2008 00:27:23 - oleh : redaksi

Anak Berkebutuhan khusus (ABK) dan autisme yang selama ini sudah mendapatkan layanan pendidikan dalam sekolah inklusif kini bisa bernafas lega. Mereka diperbolehkan menempuh pendidian di sekolah reguler. Sejak tahun ajaran 2008/2009, sekolah reguler (umum) mulai dari jenjang TK, SD, SMP maupun SMA mulai membuka ruang bagi anak ABK dan autisme. 
Kebijakan ini untuk mempercepat proses sosialisasi dan komunikasi kehidupan ABK dan autisme selayaknya kehidupan anak pada umumnya. “Dengan kebijakan ini, ABK dan autisme, bisa berkembang dan berprestasi sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Bahkan bila bakat mereka terus diasah, prestasinya melebihi anak pada umumnya,” tutur Kepala Sekolah Autisme Laboratorium Universitas Negeri Malang, Sudarmi Syafii, SPd.
Sudarmi bahkan membawa bukti. “Di SD Sumbersari 1, dua anak yang dulunya menyandang status ABK dan autisme, kini malah bisa menyabet ranking 1 dan 3 di kelasnya masing-masing. Ini membuktikan bahwa sebetulnya anak ABK dan autisme sama dengan anak pada umumnya,” terangnya. 
Hanya saja, tujuan mulia ini tidak akan terealisasi jika tidak diiringi dengan dukungan dan pemahaman sinergis yang baik antar stakeholders tentang penanganan terbaik terhadap ABK dan autisme. 
Demi menyukseskan agenda besar tersebut, Sekolah Autisme laboratorium Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Bapemas Propinsi Jawa Timur yang didukung oleh KSDP FIP Universitas Negeri Malang serta Advokasi Gender Universitas Negeri Malang menggelar seminar nasional. Seminar ini bertema “Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Penanganan Sex Education di Usia Sekolah dan Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus” di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang Jl. Semarang Malang.
Menurut perempuan yang juga istri dari mantan Rektor UM itu, sedikitnya ada lima tujuan pokok dalam seminar yang dilangsungkan pada Sabtu 22 maret 2008 itu. Pertama, meningkatan pengetahuan dan pemahaman guru serta masyarakat tentang layanan pendidikan bagi ABK. Kedua, memberikan pengetahuan tentang kiat menanggulangi atau menyiapkan anak/siswa ABK menjelang remaja. Ketiga, membangun sistem pamong yang sejahtera lahir dan batin, baik pada sekolah regular (mainstream) maupun sekolah khusus. Keempat, memberikan pemahaman terhadap masyarakat umum tentang layanan Pendidikan ABK. Kelima, memberikan tambahan wacana, masukkan kepada pengambil kebijakan pendidikan tentang kebutuhan ABK. Keenam, memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum dan guru dari jenjang TK sampai SMA.
Acara itu sendiri akan dihadiri beberapa tokoh penting dan representatif dalam membincangkan ABK dan autisme. Di antaranya, dalam materi yang bertajuk “Pemberdayaan ABK di Usia Remaja dan Dewasa” akan diampu oleh Dr Soenyono, SH, MSi yang sekarang menjabat sebagai Kepala Bapemas propinsi Jawa Timur. Kemudian Kasubdit Program Dit. PSLB, Ir. Winarno Sutrisno, MM akan berbicara banyak mengenai materi “perencanaan dan pengembangan direktorat PSLB dalam layanan Pendidikan ABK. Sedang materi “Edukasi Seksual bagi Anak Usia Sekolah” akan dibahas tuntas dokter spesialis kejiwaan anak dan remaja, Dr dr Sasanti Yuniar, SpKj.
Yang ingin mengikuti seminar ini, kata Sudarmi, hanya dikenakan biaya Rp 75 ribu untuk mahasiswa dan Rp. 100 ribu untuk umum. Peserta akan mendapat map, makalah, sertifikat, snack dan makan siang. 
Seminar ini sangat cocok untuk para guru (SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK), para terapis ABK, pemerhati pendidikan. Selain itu, orang tua siswa/masyarakat umum, serta mahasiswa jurusan pendidikan juga bisa mengikuti seminar ini. “Bahkan, bagi peserta luar kota Malang, kami menyediakan wisma atau penginapan dengan harga terjangkau”. 
Yang masih memerlukan informasi lebih lengkap, silakan saja datang ke Sekretariat di Sekolah Autisme Laboratorium Universitas Negeri Malang Jl. Surabaya 6 Malang dengan telpon (0341) 566523. “Bisa juga menghubungi Bu Atik di 08885586866 dan Luthan di 0811360638 atau 03416364213,” tambah Dr Ruminiyati, MSi selaku ketua panitia. 
Ruminiyati juga berharap kegiatan seperti ini perlu didukung terus mengingat masih rendahnya apresiasi positif masyarakat terhadap keberadaan anak ABK dan autisme di kota Malang. (*)

Sumber : http://www.koranpendidikan.com/artikel-613.html



Kepala Sekolah Mts "Fathusali" Butuh Bantuan Gedung Laboratorium

Oleh : Anies Septiviraw

30-Okt-2008, 00:37:13 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Kekurangan sarana dan pra sarana untuk dunia pendidikan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dalam sepekan terakhir kini tampaknya masih menjadi momok bagi aktor pendidik seperti guru dan para kepala sekolah (Kasek). Dan hal miris yang kini tengah berlangsung hingga kini yang sedang dialami oleh Kepala Sekolah (kasek) Mts "Fathussali", Kundono, BA. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh pewarta HOKI di Situbondo meneybtkan bahwa, kekurangan sarana dan pra sarana untuk belajar dan mengajar tersebut yakni berupa kurang atau minimnya para guru bahsa Inggris serta belum adanya sebuah gedung laboratorium di sekolah tersebut. 

"Padahal saya selaku kepala sekolah di sini (Mts "Fathusali"-red) telah berkali-kali mengajukan dan memohon bantuan kepada pihak-pihak yang terkait seperti Departemen Agama, namun hingga detik ini belum juga ada tanggapan atau respon yang positif dari beliau selaku pemegang kebijakan di lingkungan pendidikan, bahkan saya pernah meminjam uang Rp 20 ribu kepada TU untuk membeli tinta printer," ujar Kundono, BA kepada HOKI di ruang kerjanya, Selasa (28/10). 


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&jd=Kepala+Sekolah+Mts+%22Fathusali%22+Butuh+Bantuan+Gedung+Laboratorium&dn=20081029094500