Ingin Kembangkan Multi Media


Ditulis Oleh Administrator  
Thursday, 22 January 2009

SD 1 PARIKESIT Kecamatan Kejajar Wonosobo merupakan pionir penerapan pola manajemen berbasis sekolah (MBS) di daerah pegunungan tersebut. MBS di sekolah tersebut adalah yang pertama di Wonosobo. Pola tersebut dikembangkan sejak tahun 1999. 
Berkat kiprahnya yang menonjol dalam memajukan pendidikan, MBS SD 1 Parikesit menjadi rujukan dan lokasi studi banding bagi sekolah lain. Tidak hanya kabupaten di Jateng, tetapi juga luar Jawa dan bahkan acapkali dikunjungi tamu mancanegara. Sampai saat tercatat sebanyak 224 kunjungan tamu dan studi banding ke sekolah di dataran tinggi Dieng tersebut.
Ketua komite SD 1 Parikesit, Maryono (34 tahun), ketika ditemui Suara Merdeka, kemarin, mengatakan bahwa pola MBS mampu meningkatkan berbagai prestasi di bidang pendidikan. Para siswa semakin disiplin dan meningkat kemampuan akademisnya. Para lulusan yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi semakin besar.
"Sejak tahun 2001, prestasi siswa SD 1 Parikesit berulang kali meraih peringkat I se Kecamatan Kejajar. Pada hal sebelumnya, peringkatnya pada posisi 20an di daerah itu. Penerapan MBS memberi pengaruh yang signifikan bagi kemajuan pendidikan di SD 1 Parikesit," ungkap dia.
Kelancaran pola MBS juga tidak lepas dari dukungan aktif masyarakat, siswa maupun guru. Bahkan pada tahap awal dimulainya MBS, para petani setempat menyisihkan 2,5 persen hasil mereka untuk pengembangan sekolah. Infaq masyarakat yang jumlahnya hampir Rp 100 juta (tahun 1999), ditambah dana lain dari pemerintah, dimanfaatkan untuk membangun gedung sekolah yang terdiri atas enam ruang kelas dan lainnya.

Sekarang, lanjut Maryono, infaq warga dialihkan untuk kepentingan pembangunan yang lainnya. Sedangkan untuk mengembangkan MBS, disepakati tiap siswa menyumbang Rp 100/hari. Adapun jumlah murid di sekolah itu mencapai 118 anak. Uang yang terkumpul digunakan untuk menambah insentif bagi tiga guru wiyata bakti.
Dia yang menjadi ketua komite SD 1 sejak tahun 2005, berkeinginan mengambangkan multi media bagi kemajuan pendidikan anak-anak. Dalam hal ini, nantinya pembelajaran terhadap siswa bisa memanfaatkan kemajuan tehnologi. Hal itu disebutnya akan semakin menambah semangat belajar anak.
Sebagai sekolah pionir yang menerapkan MBS, maka Maryono pun acapkali diminta untuk berbicara atau berbagi pengalaman kepada sekolah lain, di Wonosobo dan bahkan di luar kabupaten.
Disisi lain, dia juga prihatin terhadap mutasi terhadap guru di sekolahnya. Sejumlah guru yang sudah mumpuni acapkali dipindahkan ke sekolah lain, tetapi penggantinya, terkadang justru belum memahami MBS.

Ditulis Oleh Administrator  
Thursday, 22 January 2009

Sumber : http://www.dpws.org/index.php?option=com_content&task=view&id=40&Itemid=1

0 komentar:



Poskan Komentar

Leave a comment here...