Laboratorium Sekolah Autisme UM Gelar Seminar Nasional "Berdayakan ABK dan Autisme"

Selasa, 18 Maret 2008 00:27:23 - oleh : redaksi

Anak Berkebutuhan khusus (ABK) dan autisme yang selama ini sudah mendapatkan layanan pendidikan dalam sekolah inklusif kini bisa bernafas lega. Mereka diperbolehkan menempuh pendidian di sekolah reguler. Sejak tahun ajaran 2008/2009, sekolah reguler (umum) mulai dari jenjang TK, SD, SMP maupun SMA mulai membuka ruang bagi anak ABK dan autisme. 
Kebijakan ini untuk mempercepat proses sosialisasi dan komunikasi kehidupan ABK dan autisme selayaknya kehidupan anak pada umumnya. “Dengan kebijakan ini, ABK dan autisme, bisa berkembang dan berprestasi sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Bahkan bila bakat mereka terus diasah, prestasinya melebihi anak pada umumnya,” tutur Kepala Sekolah Autisme Laboratorium Universitas Negeri Malang, Sudarmi Syafii, SPd.
Sudarmi bahkan membawa bukti. “Di SD Sumbersari 1, dua anak yang dulunya menyandang status ABK dan autisme, kini malah bisa menyabet ranking 1 dan 3 di kelasnya masing-masing. Ini membuktikan bahwa sebetulnya anak ABK dan autisme sama dengan anak pada umumnya,” terangnya. 
Hanya saja, tujuan mulia ini tidak akan terealisasi jika tidak diiringi dengan dukungan dan pemahaman sinergis yang baik antar stakeholders tentang penanganan terbaik terhadap ABK dan autisme. 
Demi menyukseskan agenda besar tersebut, Sekolah Autisme laboratorium Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Bapemas Propinsi Jawa Timur yang didukung oleh KSDP FIP Universitas Negeri Malang serta Advokasi Gender Universitas Negeri Malang menggelar seminar nasional. Seminar ini bertema “Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Penanganan Sex Education di Usia Sekolah dan Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus” di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang Jl. Semarang Malang.
Menurut perempuan yang juga istri dari mantan Rektor UM itu, sedikitnya ada lima tujuan pokok dalam seminar yang dilangsungkan pada Sabtu 22 maret 2008 itu. Pertama, meningkatan pengetahuan dan pemahaman guru serta masyarakat tentang layanan pendidikan bagi ABK. Kedua, memberikan pengetahuan tentang kiat menanggulangi atau menyiapkan anak/siswa ABK menjelang remaja. Ketiga, membangun sistem pamong yang sejahtera lahir dan batin, baik pada sekolah regular (mainstream) maupun sekolah khusus. Keempat, memberikan pemahaman terhadap masyarakat umum tentang layanan Pendidikan ABK. Kelima, memberikan tambahan wacana, masukkan kepada pengambil kebijakan pendidikan tentang kebutuhan ABK. Keenam, memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum dan guru dari jenjang TK sampai SMA.
Acara itu sendiri akan dihadiri beberapa tokoh penting dan representatif dalam membincangkan ABK dan autisme. Di antaranya, dalam materi yang bertajuk “Pemberdayaan ABK di Usia Remaja dan Dewasa” akan diampu oleh Dr Soenyono, SH, MSi yang sekarang menjabat sebagai Kepala Bapemas propinsi Jawa Timur. Kemudian Kasubdit Program Dit. PSLB, Ir. Winarno Sutrisno, MM akan berbicara banyak mengenai materi “perencanaan dan pengembangan direktorat PSLB dalam layanan Pendidikan ABK. Sedang materi “Edukasi Seksual bagi Anak Usia Sekolah” akan dibahas tuntas dokter spesialis kejiwaan anak dan remaja, Dr dr Sasanti Yuniar, SpKj.
Yang ingin mengikuti seminar ini, kata Sudarmi, hanya dikenakan biaya Rp 75 ribu untuk mahasiswa dan Rp. 100 ribu untuk umum. Peserta akan mendapat map, makalah, sertifikat, snack dan makan siang. 
Seminar ini sangat cocok untuk para guru (SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK), para terapis ABK, pemerhati pendidikan. Selain itu, orang tua siswa/masyarakat umum, serta mahasiswa jurusan pendidikan juga bisa mengikuti seminar ini. “Bahkan, bagi peserta luar kota Malang, kami menyediakan wisma atau penginapan dengan harga terjangkau”. 
Yang masih memerlukan informasi lebih lengkap, silakan saja datang ke Sekretariat di Sekolah Autisme Laboratorium Universitas Negeri Malang Jl. Surabaya 6 Malang dengan telpon (0341) 566523. “Bisa juga menghubungi Bu Atik di 08885586866 dan Luthan di 0811360638 atau 03416364213,” tambah Dr Ruminiyati, MSi selaku ketua panitia. 
Ruminiyati juga berharap kegiatan seperti ini perlu didukung terus mengingat masih rendahnya apresiasi positif masyarakat terhadap keberadaan anak ABK dan autisme di kota Malang. (*)

Sumber : http://www.koranpendidikan.com/artikel-613.html



2 komentar:



Anonim mengatakan...

ayat ayat cinta seorang gurunya ngena bangetz ke gue !!

siSiFra mengatakan...

hmm emank bagus bgt ayat2 cintax ituh..

thx 4 comment..

Poskan Komentar

Leave a comment here...