Perpustakaan Keliling Masuk Daerah Terpencil


06 Februari 2008 08:04

Tanjungpinang- Pemerintah Provinsi Kepri, menerima 2 unit mobil dari pemerintah pusat (4/02). Mobil itu terdiri dari 1 unit untuk perpustakaan keliling, serta 1 unit lagi dari Departemen Kominfo buat penunjang operasional biro humas dan protokol Setdaprov Kepri. 


Penyerahan dilakukan Kepala Perpustakaan Nasional RI (PNRI) Dady P Rachmananta dan Kepala Kominfo Syofyan Tanjung yang diterima langsung Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah. Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah mengatakan, khusus bantuan mobil perpustakaan keliling dan buku-buku bagi perpustakaan umum harus diprioritaskan pada wilayah terpencil dan jauh dari mobilisasi umum. 

Hingga kini lanjutnya masyarakat masih banyak butuh buku bacaan. Dibanding jumlah penduduk Provinsi Kepri yang mencapai 1,3 juta jiwa, penyediaan buku bacaan masih sekitar 29 ribu jenis judul buku. Idealnya, Provinsi Kepri punya sekitar 100 ribu. 

Terkait hal ini, Ismeth berencana mewacanakan gerakan mencari buku. Upaya ini perlu digalakkan agar penyediaan buku di Kepri memadai. ”Kita tentu perlu menggalakkan gerakan mencari buku. Tak saja kalangan pegawai, lapisan masyarakat juga harus melakukan,” tutur Ismeth.

Kepala Perpustakaan Nasional RI (PNRI) Dady P Rachmananta mengatakan, bantuan mobil pustaka keliling merupakan kepedulian pemerintah dalam upaya meningkatkan program wajib belajar. Kantor perpustakaan sebagai leading sector harus berperan maksimal memacu semangat generasi muda. Sasaran alokasi, antara lain daerah terpencil dan jauh dari mobilisasi umum. Kehadiran mobil pustaka keliling diharapkan mampu memberikan semangat warga untuk gemar membaca. 

Dady P Rachmananta menyebut, alokasi bantuan mobil perpustakaan keliling dan buku-buku bagi perpustakaan umum kabupaten/kota se-Indonesia bersumber dana APBN Tahun Ajaran 2007. Jumlahnya sebanyak 50 unit. Tiap kabupaten/kota yang terpilih menerima hanya kebagian jatah 1 unit. Pengadaan mobil telah dilengkapi sekitar 1.606 judul buku bacaan. 

”Saya minta mobil pustaka keliling jangan disalahgunakan. Jika di lapangan ada yang tak melaksanakan, kita akan beri sanksi tegas pimpinannya. Program wajib belajar dan gemar membaca harus terealisasi hingga ke pelosok,” ujar Dady P Rachmananta.

Sejak tahun 2003 hingga 2008, pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan mobil pustaka keliling plus pengadaan buku bacaan sebanyak 202 unit. Jumlah ini katanya masih sangat minim karena banyak daerah belum kebagian. 

Dalam kesempatan tersebut, Dady P Rachmananta memberi pujian pada Provinsi Kepri karena dinilai paling berhasil menggalakkan program gemar membaca. Kontan, puluhan Kepala Kantor perpustakaan dan arsip daerah se-Indonesia, yang menghadiri memberikan aplous. 

”Hanya Provinsi Kepri yang berhasil menggalakkan mobil pustaka keliling. Upaya gemar baca dilakukan secara luas. Saya berharap, pemerintah provinsi lain, mengikuti jejak Provinsi Kepri,” ujar Dady P Rachmananta.  

Keberhasilan Provinsi Kepri dalam menggalakkan minat baca, Dady P Rachmananta memberi penjelasan, karena hanya Kepri yang mau menambah pengadaan mobil pustaka keliling bersumber APBD. Hal inilah katanya tujuan semula pemerintah pusat mengalokasikan bantuan mobil pustaka keliling. 

Sumber : Batam Pos
Kredit foto : www.pnri.go.id

http://melayuonline.com/news/?a=Z291Vi91UGlaM1ZBY2E%3D=&l=perpustakaan-keliling-masuk-daerah-terpencil


0 komentar:



Poskan Komentar

Leave a comment here...