Penilaian Portofolio

Kamis, 03 Januari 08 - oleh : Muhammad Hasri
PENILAIAN PORTOFOLIO 

Oleh 
Drs. Muhammad Hasri, M. Hum. 
Widyaiswara LPMP Sulsel 

Dalam kurikulum sebelumnya penilaian lebih banyak ditekankan pada penilaian hasil belajar. Tes akhir menjadi perhatian utama. Penilaian seperti ini tersekat dalam bagian demi bagian dan cenderung menunjukkan keterpisahan bagian yang satu dari bagian yang lainnya padahal yang dibutuhkan dalam dunia nyata adalah penguasaan secara utuh dan menyeluruh. Penilaian dengan mengandalkan tes belum mencerminkan pemahaman siswa secara holistic. 

Penilaian secara holistik dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur nontes. 

KONSEP PORTOFOLIO 

Secara harfiah portofolio berasal dari dua kata yaitu port dan folio. Port berarti pelabuhan dan folio berarti ukuran kertas atau jumlah halaman pada buku. Alwi (2001:889) memberi makna portofolio sebagai tas untuk surat; sampul kulit; dompet; atau pimpinan departemen. Hornby (1989: 963) memberi makna portofolio sebagai tempat penyimpanan dokumen; seperangkat investasi; atau pimpinan departemen. 
Dalam dunia pembelajaran portofolio diposisikan dalam dua hal, yaitu portofolio sebagai satu pendekatan dalam pembelajaran dan portofolio sebagai salah satu model penilaian. 

Sebagai sebuah model penilaian, portofolio diberi pengertian sebagai suatu kumpulan bahan pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian kinerja secara obyektif sesuai dengan tujuan pengajaran yang ada dalam kurikulum atau sesuai dengan persyaratan kualitas yang ditentukan (Depdiknas, 2002:79). Pengertian lainnya adalah usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan serta perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dan dokumentasi pengalaman belajarnya.(Puskur, Balitbang depdiknas, 2002:12). 


PRINSIP PENILAIAN PORTOFOLIO 

Penilaian portofolio melibatkan banyak orang. Guru bukan satu-satunya penilai. Penilaian akhir portofolio merupakan kolaborasi dari penilaian guru, siswa pemilik portofolio, siswa sejawat, adik/kakak kelas, orang tua, akademisi dari lembaga lain (sekolah/PT/lembaga kurusus), dan atau pihak lain yang memiliki pengetahuan dan kewenangan mengenai hasil portofolio yang akan dinilai. 

Mengingat banyaknya pihak yang terlibat dalam penilaian portofolio, pelaksanaannya membutuhkan sejumlah prinsip utama yang menjadi rambu-rambu dalam penilaian. 
Penilaian portofolio beranjak dari lima prinsip utama, yaitu saling mempercayai, kerahasiaan, milik bersama, kepuasan, dan kesesuaian. Kelima prinsip ini terkait satu dengan yang lain dan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. 

Prinsip saling mempercayai dibutuhkan karena peniliaian portofolio melibatkan sejumlah orang. Rasa saling percaya memunculkan kabsahan penilaian. Unsur sentimen atau niat menjatuhkan orang lain dijauhkan dari penilaian portofolio. Sepanjang kepercayaan tidak ditumbuhkan, keobjektifan penilaian tidak akan pernah diperoleh. Rasa curiga merupakan penyakit berkepanjangan yang menodai penilaian. Untuk itu, tumbuhkan terus rasa saling percaya. 

Prinsip kerahasiaan dibutuhkan karena penilaian portofolio memberi peluang untuk mengungkap aspek pribadi yang dimiliki seseorang. Setiap manusia memiliki cela, baik penilai maupun orang yang dinilai. Dalam rangka tetap menempatkan seseorang dalam posisi positif dalam kedudukan bermasyarakat, kerahasiaan amat dibutuhkan. Rasa bersalah dan aib yang dimiliki seseorang jika ketahuan secara umum akan menyebabkan tersisih dalam kelompoknya. Untuk itu, prinsip kerahasiaan amat dibutuhkan dalam penilaian portofolio. 

Prinsip milik bersama dibutuhkan dalam penilaian portofolio bertujuan utama mengembangkan kualitas peserta didik. Jika output yang dihasilkan berupa produk, tilikan dari berbagai segi untuk menyempurnakan produk itu akan menghasilkan produk akhir yang lebih baik. Prinsip milik bersama dimaksudkan agar semua pihak secara bersama-sama mengupayakan pengembangan kualitas hasil akhir. 

Prinsip kepuasan dalam penilaian portofolio merupakan sukma dari tersebut. Tiga unsur yang perlu menikmati kepuasan itu, yaitu siswa, penilai, dan masyarakat luar. Kepuasan dalam penilaian portofolio meliputi dua hal yakni kepuasan proses dan kepuasan hasil. Kepuasaan akan memberikan dorongan yang kuat untuk mencapai prestasi gemilang pada aktivitas berikutnya. 

Prinsip kesesuaian meliputi tiga hal, yaitu sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, sesuai dengan perkembangan psikologis siswa (usia, emosional, dan intelektual), sesuai dengan kebutuhan nyata sehari-hari. Prinsip keseusaian terkait erat dengan kemasadepanan siswa. 

MANFAAT PENILAIAN PORTOFOLIO 

Berikut ini sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dalam penerapan penilaian portofolio. 
a. Guru dapat menilai perkembangan dan kemajuan siswa 
b. Guru dan wali murid dapat berkomunikasi tentang pekerjaan siswanya 
c. Siswa menjadi partner dengan gurunya dalam hal proses penilaian 
d. Siswa dapat merefleksikan dirinya sesuai bakat dan kemampuannya 
e. Penilaian tersebut mampu menilai secara obyektif terhadap individu 
f. Meningkatkan interaksi antara siswa dengan guru untuk mencapai suatu tujuan 
g. Meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, kebanggaan (pride), kepemilikan (ownership), dan menumbuhkan kepercayaan diri (self convidence) 
h. Mencapai ketuntasan belajar dan bukan sekedar tuntas materi 
i. Guru bersama pengawas dapat menevaluasi program pengajaran 
j. Meningkatkan profesionalisme guru 

BAHAN PENILAIAN PORTOFOLIO 

Bahan penilaian portofolio meliputi: 
a. Penghargaan Tertulis 
b. Penghargaan lisan yang tertulis 
c. Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh siswa 
d. Daftar ringkasan hasil pekerjaan 
e. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok 
f. Contoh hasil pekerjaan 
g. Laporan hasil pekerjaan 
h. Catatan/Laporan dari pihak lain yang yang relevan 
i. Kopi absen/daftar kehadiran 
j. Prosentase dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan 
k. Catatan-catatan negatif (misalnya : peringatan) tentang siswa 

BENTUK-BENTUK HASIL PORTOFOLIO 

Bentuk penilaian portofolio meliputi: 
a. Catatan anekdot 
b. Tulisan refleksi 
c. Review 
d. Laporan 
e. Rekaman videotapes 
f. Photo/gambar 
g. Cuplikan tulisan 
h. Grafik dan chart 
i. Hasil print out komputer 
j. Diagram 
k. Puisi 
l. Catatan diskusi/kegiatan ilmiah 
m. Rekaman sesuatu / audiotapes 
n. Draft 
o. Ilustrasi 
p. Karya berupa benda 
q. Model/maket 
r. Klipping 
s. Diagram 
t. Lagu 

PROBLEMATIKA PENILAIAN PORTOFOLIO 

Sejumlah problematika penilaian portofolio: 
a. Dalam hal pemberian angka (scoring) untuk kondisi kebiasaan penilaian di Indonesia lebih menginginkan angka dari pada uraian (deskripsi nilai) 

b. Diperlukan waktu tertentu untuk mencapai satu tujuan sehingga penilaian ini bersifat time consuming 

c. Apabila guru hanya berorientasi pada hasil pekerjaan akhir siswa, maka penilaian akan terjebak pada penilaian akhir bukan pada proses 

d. Hubungan yang hanya top down antara guru dengan siswa akan menjebak siswa pada sekedar instruksi atau perintah-perintah yang tidak menumbuhkan kemampuan diri siswa 

e. Pemberian format yang sudah baku juga akan menjebak pada sesuatu yang tidak mengembangkan kemampuan diri siswa 

f. Pembiayaan terbesar adalah diperlukannya file-file tersendiri bagi siswa dan bahan-bahan untuk menhasilkan pekerjaan siswa 

g. Diperlukan tempat berupa locker-locker khusus atau lemari arsip untuk seluruh siswa yanga da di sekolah tersebut. 

SIMPULAN 

Penilaian portofolio merupakan suatu bentuk penilaian yang memperhatikan seluruh aktivitas siswa dalam mencapai suatu kompetensi tertentu. Pihak yang terlibat dalam penilaian ini tidak hanya guru di sekolah tetapi siswa dan pihak luar pun berhak memberi penilaian. 

Lima prinsip penilaian portofolio, yaitu saling mempercayai, kerahasiaan, milik bersama, kepuasan, dan kesesuaian. 

Perangkat penilaian portofolio sangat bergantung kepada konteks sekolah masing-masing. Guru perlu mencari inovasi yang dapat mengembangkan kompetensi siswa secara holistik dengan melibatkan banyak pihak.
Sumber : http://sman1-belopa.sch.id/index.php?pilih=news&aksi=lihat&id=26



0 komentar:



Poskan Komentar

Leave a comment here...