Moving Class

Oleh Elizabeth - 27 Februari 2009 

Saya adalah seorang siswi di SMP Labschool Jakarta. Selama seminggu terakhir, saya bersama siswa/i lainnya menjalankan suatu sistem yang masih terbilang baru di Jakarta Timur, moving class. Moving class sendiri adalah suatu sistem di mana siswa/i harus berpindah kelas saat pergantian mata pelajaran sesuai dengan ruang mata pelajaran yang akan diikuti (wah, kok jadi ribet ya bahasanya…??)

Sebetulnya, moving class di SMP Labschool sudah sempat berjalan sebelumnya. Waktu itu moving class dilaksanakan oleh siswa/i kelas 7, 8, dan 9 untuk menghemat ruangan. Yah, saat musibah kebakaran di Labschool beberapa waktu lalu, beberapa ruangan di SMP Labschool Jakarta turut terbakar. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan kelas, SMP Labschool memberlakukan sistem moving class sekaligus membuat 2 ruang kelas darurat di Gedung BPS (populer dengan sebutan Gedung Baru/GEBAR). Kemudian sistem moving class tersebut dihentikan sementara karena beberapa ruang kelas yang biasa dipakai untuk moving class mengalami kebocoran dan becek.

Setelah renovasi gedung sekolah selesai, moving class diberhentikan dan siswa kembali belajar seperti sediakala. Setelah kami bernyaman-nyaman dengan kelas kami masing-masing, dengan mengejutkan (okay, itu hiperbol) Pak Rosiman (Wakasek bid. kesiswaan) mengumumkan bahwa sistem moving class akan diberlakukan kembali, untuk seluruh siswa/i, tanpa kecuali. Saat hal itu diumumkan (setelah upacara bendera), saya mendengar banyak siswa/i yang mengucapkan kata ‘YAAAAAHHHH’.. Entahlah, mungkin itu karena mereka tidak begitu nyaman dengan sistem moving class ini.

Banyak keluhan dari siswa/i mengenai sistem ini, dan beberapa orang guru ditunjuk sebagai tim evaluasi dari sistem moving class yang telah dijalankan. Contoh keluhan dari siswa/i:
1. Melelahkan, karena tiap ganti pelajaran berarti siswa harus pindah ruangan.
2. Barang yang tertinggal lebih mudah hilang & lebih sulit dicari
3. Waktu belajar menjadi tidak efektif, karena sering nyasar
4. Kebersihan kelas tidak terkontrol (home base bertanggung jawab terhadap kebersihan kelasnya)
5. Lorong sekolah sempit, dan dilalui 2 arah oleh banyak siswa.
6. Fasilitas ruang mata pelajaran kurang lengkap (kelas Math tanpa penggaris/Geo tanpa peta)
7. dll..

Sumber : http://public.kompasiana.com/2009/02/27/moving-class/

0 komentar:



Poskan Komentar

Leave a comment here...